AbedAzarya_interview-by_PLATUPI-2

Mungkin kalian pernah lihat karya ciamik di atas. Itu adalah karya anak bangsa. Karya dari Abed Azarya. Dan minggu ini saya dapat kesempatan untuk mewawancarainya.

Biasa karya-karya Mas Abed meliputi apa saja?
Jenis karya yang saya buat sebenarnya hanya satu macam yaitu lettering design, tapi pengaplikasiannya berbeda-beda. Ada yang dipakai untuk logo, apparel, merchandise, cover buku, dll

Mana yang dirasa paling menantang diantara semua itu? Terus, apa alasannya?
Jenis design yang paling menantang adalah yang mengombinasikan antara letter dengan objek. Kesulitannya adalah pada penggabungan kedua elemen ini. Dan tantangan lainnya adalah bagaimana kita mengakomodir keinginan spesifik dari klien.

Bisa tolong tunjukkan karya yang menurut Mas Abed cukup menantang.

AbedAzarya_interview-by_PLATUPI

Saya suka ini. Kenapa karya itu begitu menantang?
Karena peran letter dan objek harus sama-sama kuat, supaya bisa saling mendukung.

Mas Abed biasa dapat inspirasi untuk karya-karyanya darimana sih?
Mengenai sumber inspirasi ada dua macam. Pada saat membuat design untuk diri sendiri biasanya terinspirasi dari suasan sekitar atau situasi yang sedang terjadi saat itu. Pada saat mengerjakan proyek untuk klien, biasanya saya pelajari dulu karakter bisnisnya dan karakter si owner-nya. Mulai dari jenis usaha, segmen, pasar, demografi, target usia, dll. Kalo hal-hal di atas sudah dilakukan biasanya akan lebih mudah proses acc nya. Kalo kita designer idealis dengan kemauan kita sendiri, biasanya akan timbul argumen dari klien bahkan perselisihan yang akan mengakibatkan proses semakin panjang.

AbedAzarya_interview-by_PLATUPI-4

Nah, kalo sekarang kita bicara soal style (gaya), apa menurut Mas Abed seorang lettering artist perlu memfokuskan diri pada satu gaya tertentu ataukah dia perlu menguasai beberapa jenis gaya? Seperti yang kita tau, misalnya Mateusz Witczak, dia punya gaya yang memang khas dia, sementara di sisi lain ada Jessica Hische yang bisa dibilang menguasai beberapa jenis gaya.
Jawabannya tergantung dengan strategi bisnis kita. Apakah kita hanya mau menerima order dengan gaya yang sama, ato kita mau terima beberapa gaya di luar gaya kita sendiri. Itupun kalo kita menguasainya. Saya sendiri, kalo gaya yang diminta terlalu “jauh” dari gaya saya, akan saya tolak.

Kalo saya ga salah, dengan gaya Mas yang seperti sekarang ini, Mas Abed mencoba mengarah niche market?
Ya, betul. Saya coba mengakomodir kebutuhan klien secara spesifik. Tapi kembali lagi, kalo keinginannya terlalu jauh dari style ato kemampuan saya, maka akan saya tolak.

AbedAzarya_interview-by_PLATUPI-3

Untuk di Indonesia, apakah seorang lettering artist bisa hidup dari pekerjaan ato karya-karyanya? Entah itu melalui klien ato melalui proyek-proyek lainnya.
Bisa, asal harus menurunkan idelis-nya. Artis yang berhasil harus bisa seperti air, bisa nge-blend dengan kemauan klien tapi bisa menggiring klien ke arah yang benar.

Ada satu hal yang perlu saya tanyakan. Mengenai “work ethic”. Berapa jam dalam sehari idealnya seseorang harus bekerja?
Mengenai jam kerja dan berapa lama jam kerja yang ideal, menurut saya tidak ada ukuran khusus. Tapi pendapat saya, antara jam kerja dan jam istirahat sama pentingnya. Kalo jam istirahat kurang maka hasilnya tidak akan mekasimal meskipun jumlah jam kerjanya banyak. Pikiran yang fresh dan tubuh yang fit akan sangat mempengaruhi haisl karya kita.

Apa arti “sukses” untuk Mas Abed?
Di dalam prinsip hidup saya tidak ada istilah sukses, karena begitu kita mendefiniskan sebuah kesuksesan maka kita akan berhenti  berjuang pada saat mencapai titik itu. Bagi saya justru “proses” adalah target dan perhatian utama saya, karena di dalamnya terdapat unsur profesionalisme, kedisplinan, dan skill. Kalo kita bisa menjalankan tiga unsur ini dengan maka saya yakin hasilnya akan sangat memuaskan.

Lettering Artist idola?
Saya suka Bruno dari BMD Design. Meskipun style dia berbeda, saya suka beberapa hal dari ‘dia, yaitu kerapihan dan komposisinya.

Satu pertanyaan terakhir. Kalo bisa menjadi siapa pun di dunia ini, Mas Abed memilih jadi siapa?
Jadi diri sendiri, karena setiap orang punya keunikan masing-masing. Dan keunikan inilah yang akan menjadi identitas kita. There is no one youer than you.